
BEKASI — Pondok Pesantren Islam Hidayatunnajah kembali melahirkan generasi rabbani yang siap berkiprah di masyarakat. Lembaga pendidikan ini sukses melaksanakan agenda besar Wisuda TMI An-Najah Angkatan ke-18. Acara khidmat tersebut berlangsung penuh kesyukuran pada Minggu, 7 Juni 2026. Momen sakral ini menandai purnastudi para santri setelah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Hidayatunnajah. Oleh karena itu, jajaran pimpinan pesantren, tokoh masyarakat, dan orang tua santri hadir memadati ruangan. Mereka tampak larut dalam kebahagiaan saat melihat putra-putri mereka lulus.
Kehadiran Kepala Kemenag Bekasi di Wisuda TMI An-Najah

Acara kelulusan Angkatan 18 ini terasa semakin istimewa karena menghadirkan para tokoh penting. Ketua Yayasan Wakaf Pesantren Islam Hidayatunnajah turut hadir memberikan restu. Selain itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, Dr. H. Ujang Ruhiyat, S. Ag., M. Ag., juga datang secara langsung.
Saat memberikan sambutan, Dr. H. Ujang Ruhiyat, S. Ag., M. Ag. melayangkan apresiasi tinggi untuk keberhasilan Wisuda TMI An-Najah. Menurut beliau, pesantren ini konsisten mencetak generasi muda berakhlak mulia. Para santri juga memiliki kedalaman ilmu agama yang kuat. Selanjutnya, beliau berpesan agar para alumni menjadi agen perubahan di masyarakat. Mereka juga harus menjaga nama baik almamater di mana pun berada.
Pesan Mendalam dari Ketua Pelaksana
Ketua Pelaksana Wisuda TMI An-Najah Angkatan 18, Teuku Affan Reynaldi, S.Sos., mengungkapkan rasa syukur yang mendalam. Beliau mengapresiasi kelancaran seluruh rangkaian acara ini. Mewakili segenap panitia, ia menyampaikan pesan penuh motivasi untuk para wisudawan.
“Hari ini bukan akhir dari sebuah perjalanan. Namun, momen ini merupakan gerbang awal dari pengabdian yang sesungguhnya di tengah masyarakat. Kami melihat perjuangan, air mata, dan keteguhan hati para santri Angkatan ke-18 selama menempa diri di sini. Oleh sebab itu, jadikanlah nilai keikhlasan, kemandirian, dan ukhuwah dari pondok sebagai kompas utama. Teruslah belajar, karena dunia menanti kontribusi terbaik kalian,” ujar Teuku Affan Reynaldi, S.Sos. dalam wawancaranya.
Prosesi Pengalungan Dua Medali: Simbol Prestasi dan Penjaga Al-Qur’an
Berbeda dengan kelulusan pada umumnya, panitia mengemas momen inti Wisuda TMI An-Najah secara unik. Prosesi sakral berfokus pada pengalungan dua medali sebagai penghargaan atas dedikasi para santri.
Pertama, setiap wisudawan menerima Medali TMI sebagai simbol kelulusan akademis dan kepengasuhan. Kedua, pondok memberikan penghargaan tambahan bagi santri yang berhasil menyelesaikan target hafalan Al-Qur’an. Mereka berhak memakai Medali LTQ (Lembaga Tahfidz Qur’an). Pengalungan ganda ini membuktikan keseriusan lembaga dalam mengawinkan ilmu syariat dan penjagaan terhadap Kalamullah.
Melalui kelulusan Angkatan ke-18 ini, agenda Wisuda TMI An-Najah menegaskan kembali komitmen besarnya. Pesantren akan terus berkontribusi dalam dunia pendidikan Islam. Dengan demikian, lembaga ini siap melahirkan kader pemimpin masa depan yang bertakwa, berwawasan luas, serta mengabdi demi kemaslahatan umat.


